Monday, May 21, 2012

Kok Bisa Sih? Gus Dur Setuju Dengan Konser Sensual Lady Gaga!

Isu penolakan aksi konser penyanyi sensual Lady Gaga di Indonesia masih dikompromikan. Namun jika Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur masih hidup, pasti tidak akan menolak 'mother monster' itu konser di Indonesia.


[imagetag]
Lady Gaga
"Mungkin kalau Gus Dur akan menyetujui Lady Gaga. Wong Inul saja dibelain," ujar budayawan, Radhar Panca Dahana.

Radhar mengatakan itu dalam diskusi Polemik yang digelar Sindo Radio dengan topik 'Kebangkitan Nasional Terancam' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2012).

Menurut Radhar, dari dulu Indonesia merupakan negara yang terbuka pada setiap kebudayaan. Namun pastinya kebudayaan yang masuk akan disaring terlebih dulu.

"Misalnya bangsa Jawa menerima bangsa Portugis, Spanyol, itu semua datang mempengaruhi kita. Tapi kalau saya mau di-Portugis-kan, saya nggak mau. Saya mau di-China-kan, saya nggak mau. China yang bagaimana dulu, China yang sesuai dengan Jawa saya. Supaya Jawa saya tetap ada. Yang penting Jawanya," terang Radhar.

Radhar menambahkan budaya Indonesia seperti wayang dihargai sangat kecil. Hal ini berbeda dengan Lady Gaga yang dihargai berkali-kali lipat.

"Jadi Gaga tidak bisa kita biarkan sementara Resti Pandowo, Wayang Mahabharata selama 30 tahun hanya dibayar 35 ribu sekali tampil. Sampai hari ini. Sementara kita bayar Lady Gaga Rp 750 ribu," ucap Radhar.
Konser Lady Gaga, sejatinya digelar pada 3 Juni di GBK Senayan. Namun konser itu terancam batal karena tidak mendapat izin dari kepolisian.

Pihak kepolisian beralasan, ada unsur masyarakat seperti MUI serta politikus PKS dan PPP yang menolak. Namun Menko Polhukam Djoko Suyanto mengisyaratkan konser Gaga masih mungkin digelar. Tapi dengan sejumlah kesepakatan yang harus disetujui.

"Bisa dikoordinasikan dan dikompromikan dengan pihak manajemen artis Lady Gaga dan EO-nya. Bagaimana sebaiknya penampilan di Indonesia," kata Djoko saat berbincang dengan detikcom

sumber

#11fcba

0 comments:

Post a Comment