Thursday, June 7, 2012

Wali Kota Bandar Lampung Ngamuk Kotanya Dibilang Terkotor


[imagetag]
Untuk merayakan HUT ke-330 Kota Bandar Lampung, pemerintah kota setempat menggelar acara Begawi, di Lapangan Parkir GOR Saburai, Kamis (7/6/2012). Begawi merupakan acara adat Lampung yang biasanya diadakan pada pesta pernikahan. Beberapa rangkaian acara dari Begawi adalah tarian kolosal, dan arak-arakan pengantin Lampung dari adat Sai Batin dan Pepadun. 
 
 BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan mendatangi kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.
Itu dilakukan untuk mempertanyakan sistem penilaian dari tim Piala Adipura, yang menyatakan Kota Bandar Lampung sebagai kota terkotor kedua setelah Bekasi.
"Saya tidak dapat Adipura selama lima tahun juga tidak apa-apa. Tapi, jangan dikatakan yang terkotor. Lihat saja sendiri dan bandingkan dengan kota-kota lainnya, apakah kota ini kotor atau tidak," ujar Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, dalam sambutannya di acara Begawi XII Bandar Lampung, di Lapangan GOR Saburai, Kamis (7/6/2012).
Menurutnya, predikat kota terkotor nomor dua, merupakan penghinaan bagi masyarakat Bandar Lampung.
"Saya sudah capek-capek membersihkan siang malam, dikatakan kotor. Coba lihat dulu," tutur Herman ketus.
Karena itu, Herman mengirim tim ke Jakarta pada Kamis malam, tim dipimpin oleh Sekkot Bandar Lampung.
Sementara, Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yunus Dwiatmojo, mengaku tidak setuju jika Kota Bandar Lampung dinobatkan sebagai kota terkotor.
Sebab, saat ia bertandang ke kota ini untuk membuka acara Begawi Bandar Lampung XII, kota berjuluk 'Tapis Berseri' terlihat bersih.
"Saya tiba di Bandar Lampung, dari Bandara Radin Inten. Sebelum chek-in, saya keliling cari makan siang. Saya lihat kota ini tidak ada yang kotor, saya lihat bersih. Untuk itu, saya setuju bila tim penilai kebersihan itu dikritik," tuturnya.

Sumber
Oh oh Yess
#11fcba

0 comments:

Post a Comment