Friday, June 1, 2012

Diduga Bawa Kabur Miliaran Rupiah Kopral Wayan Diburu

Laporan Wartawan Pos Kupang, Vemmy Leo
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG--Oknum anggota Kodim 1604/Kupang, Kopral Wayan, diduga menipu uang miliaran rupiah milik sejumlah warga Kota Kupang. Kini Wayan dan istrinya, Putu Yulia serta keluarganya diduga sudah menghilang' alias melarikan diri dari Kota Kupang. Kini pihak polisi dan Kodim 1604/Kupang sedang 'memburu' tersangka.
Sejumlah korban, Don, Hein dan Bob, Jumat (1/5/2012), telah melaporkan Kopral Wayan dan Putu Yulia (istri Wayan)ke Polres Kupang Kota. Saat itu, korban juga membawa saksi, Novy.
Informasi menyebutkan, Wayan baru sebulan dipindahkan dari Batalyon 743 ke Kodim 1604/Kupang. Dan selama ini Wayan dan istrinya membuka bisnis rumah makan bebek goreng Rizky dan travel di Km 5 Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kupang Selain itu Wayan juga menjalankan sejumlah bisnis lainnya.
Don, Bob dan Hein mengatakan, tahun 2012 lalu, Wayan meminjam uang dari mereka bertiga untuk melancarkan bisnis Wayan. Pinjaman uang itu besarnya berbeda-beda yakni Hein Rp 185 juta, Don Rp 340 juta, Bob Rp 175 juta. Karena jumlah uang yang dipinjamkan ke Wayan besar maka Bob mengantisipasi dengan membuat akta notaris yang menyatakan bahwa jika Wayan tak bisa melunasi hutangnya maka ruko itu akan dipindahtangankan ke Bob. Akta notaris itu ditandatangani oleh Bob dan Putu (istrinya Wayan).
Pada beberapa bulan pertama, Wayan rutin mengembalikan pinjamannya itu sehingga dipercaya oleg korban. Namun pada akhir Mei 2012, tanpa informasi, Wayan dan keluarganya menghilang. Bahkan Wayan juga tidak masuk kerja hampir seminggu.
Bahkan setelah Wayan menghilang, baru ketahuan ternyata bukan hanya mereka bertiga yang menjadi korban, namun juga pihak lain termasuk istri Wadanyon yang meminjamkan uang kepada Wayan sekitar Rp 800 juta. Karena itu total uang yang dibawa kabur oleh Wayan senilai Rp 1,4 miliar lebih. Selain itu sejumlah koperasi di Kota Kupang juga diduga meminjamkan uang kepada Wayan dengan jaminan barang yang diduga masih dalam proses kredit.
"Sebelumnya saya mendengar informasi dari keluarga saya bahwa Wayan hendak memindahtangankan rukonya di Oesapa karena mau Pindah ke Bandung. Ternyata Wayan dan keluarganya Kabur. Bahkan beberapa malam lalu, rukonya sudah dibongkar oleh orang yang juga dihutangi oleh Wayan," kata Don.
Ruko yang selama ini dijadikan tempat bisnis itu masih dikredit Wayan melalui Bank BCA dengan tanggal jatuh tempi 2 Juni 2012 ini.
Ditemui usai melaporkan Wayan sekeluarga ke Polres Kupang Kota, Don mengatakan, mereka berharap polisi bisa segera menindaklanjuti laporan mereka dengan menangkap pelaku. Surat laporan polisi mereka bernomor 547/VI/2012 ditandatangani oelh Kanit I SPKT Ub Banit SPKT, Brigpol Ramlih. Usai membuat laporan polisi, Don langsung diperiksa di bagian reskrim sejak siang hingga petang.
Sebelumnya, Bob mengatakan, pihaknya sudah berulangkali menelepon Wayan namun tidak berhasil dihubungi. Kedaiamnya juga sudah kosong, Karena itu mereka melaporkan kasus ini ke Kodim 1604/Kupang dan langsung direspon dengan baik oleh dandim Kupang.
Bob menduga Wayan telah pergi ke suatu tempat dengan membawa uang hasil pinjamannya itu. "Tidak mungkin dia bawa lari uang sebanyak itu tanpa tujuan, dan ambisi," kata Bob.
Pos Kupang yang mencoba menghubungi I Wayan Suantara melalui telepon genggamnya sebanyak 2 kali, tidak berhasil dihubungi. Teleponnya selalu mail box.
Lebih Baik Menyerahkan Diri
DANDIM 1604/Kupang, Letkol (inf) Jhon Ricky Lumintang, mengaku sangat kecewa dengan ulah Kopral I Wayan Suantara. "Saya sebagai pimpinannya, sangat kecewa jika benar pelaku melakukan penipuan terhadap masyarakat. Tapi saya mau katakan perbuatan itu tidak ada kaitan dengan korps karena bisnis yang dijalankannya itu adalah bisnis pribadi dan setahu saya bisnisnya itu legal. Dia sudah tidak masuk kerja hampir seminggu dan ada laporan masuk. Dengan kejadian ini kami sudah bentuk tim dan berkordinasi dengan instansi kami untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Untung rugi dalam bisnis itu biasa. Saya harap, pelaku lebih baik menyerahkan diri dan bisa menyelesaikan persoalan ini dengan korban demi kebaikan diri sendiri dan kesatuan. Saya juga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku bisa memberikan informasi kepada kami," kata Lumintang.*

SUMBER
#11fcba

0 comments:

Post a Comment