Monday, May 28, 2012

Tim Thomas China Bertekad Lampaui Rekor Indonesia

[imagetag]
Pelatih kepala tim Piala Thomas China, Li Yongbo, menegaskan bahwa timnya siap melampaui rekor kemenangan beruntun yang pernah diraih oleh Indonesia.

"Ini adalah kemenangan kelima tim Piala Thomas China secara beruntun, menyamai rekor Indonesia, dan kami siap untuk melampaui rekor tersebut," kata Li Yongbo seusai membawa tim Piala Thomas China mengalahkan Korea 3-0 di final yang berlangsung di Wuhan Sport Complex Gymnasium Wuhan, China, Minggu (27/5/2012).Sejak digelar pertama kali pada tahun 1948, China telah merebut sembilan gelar juara, lima kali di antaranya secara beruntun, mulai 2004 di Jakarta. Prestasi China tersebut menyamai rekor Indonesia yang merebut gelar juara lima kali beruntun dalam rentang 1994 sampai 2002. Terakhir Indonesia tampil sebagai juara di Guangzhou, kandang China.

Namun, rekor China secara keseluruhan masih kalah dibanding Indonesia karena sampai kejuaraan edisi ke-29 pada tahun 2012, Indonesia sudah merebut gelar sebanyak 13 kali.

China untuk pertama kali tampil sebagai juara pada edisi ke-12, yaitu pada tahun 1982 di London, Inggris. Mereka mengakhiri dominasi Indonesia yang tampil sebagai juara empat kali beruntun sejak 1970.

Akan tetapi, Indonesia mengembalikan dominasi pada tahun 1984 di Kuala Lumpur, sebelum China yang pada era tunggal Han Jian dan ganda Li Yongbo/Tian Bingyi kembali tampil sebagai juara di Istora Senayan Jakarta pada tahun 1986 melalui pertarungan menegangkan.

China kemudian berhasil mempertahankan gelar juara sebanyak tiga kali sebelum dihentikan Malaysia pada tahun 1992 di Kuala Lumpur. Setelah itu, Indonesia menciptakan rekor dengan menjadi juara lima kali secara beruntun, mulai 1994 di Jakarta, 1996 (Hongkong), 1998 (Hongkong), 2000 (Kuala Lumpur), dan 2004 (Guangzhou).

Pada 2004 di Jakarta, China muncul lagi sebagai juara untuk menghentikan rekor Indonesia. Di final mereka mengalahkan Denmark 3-1, dan setelah itu "Negeri Tirai Bambu" tersebut tidak terbendung hingga merebut gelar untuk kelima kalinya secara beruntun di Wuhan.

Sampai saat ini, Piala Thomas masih tetap didominasi Asia dan hanya tiga negara Asia yang secara bergantian tampil sebagai juara, yaitu Malaysia, Indonesia, dan China.

Sebagai negara dengan kekuatan bulu tangkis yang sangat dominan, terutama di bagian putri, Li Yongbo menegaskan bahwa China tidak hanya ingin untuk mempertahankan kemenangan di setiap event, tetapi juga sekaligus ingin mengembangkan olahraga di belahan dunia lain.

"Kami mempunyai dua target sekaligus, yaitu mempertahankan prestasi dan juga berusaha mengembangkan olahraga bulu tangkis agar lebih populer di belahan dunia lain, tidak hanya di Asia," kata Yongbo, ganda legendaris China pada era 1980-an.

Meski China saat ini sudah menguasai lambang supremasi bulu tangkis beregu putra dan putri, Yongbo mengatakan bahwa mereka masih belum bisa menyamai dominasi cabang tenis meja yang hampir selalu menyapu bersih berbagai kejuaraan, termasuk olimpiade.

"Masih sulit bagi kami untuk menyamai dominasi tenis meja karena kami tidak mempunyai sumber daya sebaik mereka," katanya.

Di tingkat olimpiade, menurutnya, persaingan masih tetap akan ketat karena negara lain juga sudah mencapai kemajuan yang cukup pesat dan mereka perlu persiapan lebih matang menjelang tampil di London pada bulan Juli-Agustus mendatang.

"Persaingan di Olimpiade London menurut saya masih akan ketat. Di Olimpiade Beijing 2008, China gagal di ganda putra dan ganda campuran," katanya.
http://lipsus.kompas.com
#11fcba

0 comments:

Post a Comment